LEMBAR CASE STUDY
NAMA PESERTA : EPAH MUPAKHIR
UNIT KERJA : SDN BABAKANJAMPANG
Menurut sebagian orang pelajaran IPA sangat mengasyikan untuk dipelajari, karena materi dalam pelajaran IPA kebanyakan dilaksanakan dengan praktek sehingga siswa cendrung tidak bosan untuk mengikuti pembelajaran. Dan sebagai guru kita harus bisa menjalankan scenario pembelajaran dengan baik dan terencana.
Berdasarkan dari pengalaman saya, ketika saya akan menyampaikan materi IPA dengan Kompetensi Dasar Mengidentipikasi Fungsi Organ Pernapasan Manusia, saya merasa mudah untuk menyampaikan materi ini karena mungkin sebagian besar siswa sudah bisa mengidentifikasi organ-organ pernapasan yang ada pada manusia, jadi tidak perlu lagi untuk menyediakan media pembelajaran yanmg lebih komplit.
Sebelum melaksanakan pembelajaran dengan Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Fungsi Organ Pernapasan Manusia terlebih dahulu saya menyiapkan RPP ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ), LKS dan Sumber Belajar yang dibutuhkan.
Hari Kamis adalah jadwal saya mengajar IPA di kelas V. Saat bel berbunyi sebagai tanda masuk kelas, semua siswa segera memasuki kelas dengan tertib, setelah semuanya masuk ke kelas barulah saya segera masuk Ke kelas, setibanya di dalam kelas saya mengucapkan salam lalu serempak siswa pun menjawab salam, kemudian tidak lupa saya menyapa anak-anak dengan menanyakan kabar hari ini, anak-anak pun menjawab “baik.”
Saya kira hari ini saya akan mampu menyampaikan materi pelajaran dengan baik dan dapat di pahami oleh seluruh siswa, karena selain saya sudah menyiapkan bahan materi yang akan diajarkan siswa pun kelihatan sangat antusias untuk mengikuti pembelajaran, siswa terlihat masih semagat karena pelajaran ini diberikan pada jam pertama, jadi wajah siswa pun masih terlihat segar untuk mengikuti pembelajaran.
Diawal pembelajaran saya mengadakan Tanya jawab dengan siswa sebagai kegiatan apersepsi, adapun pertanyaan yang saya ajukan seperti : “ Sebutkan cirri-ciri dari makhluk hidup?” sebagian bkemudian sebagian siswa mengacungkan tangannya, dan saya menunjuk salah satu anak untuk menjawab.
“ Coba Iyus, apa jawaban kamu? Tanya saya.”
“ Bergerak,tumbuh,berkembangbiak, pak.” “jawab Iyus”
“ Terus apa lagi selain itu?” sejenak Iyus terdiam lalu berkata lagi “ Lupa, Pak”
“ Coba Ijen tambahkan apa lagi cirri-ciri dari makhluk hidup selain yang disebutkan oleh Iyus?”
“ Memerlukan makan dan bernapas.”
“ Betul,bagus sekali, nak.”
Kemudian saya melanjutkan Tanya jawab dengan siswa untuk menggiring pada pokok permasalahan yang akan disampaikan. “ Bernapas menghirup apa?" pertanyaan saya berikan kepada seluruh siswa, banyak anak-anak yang mengacungkan tangan.
“ Gina coba sebutkan?” pinta saya kepada Gina yang terlihat sangat semangat ingin menjawab.
“ Menghirup oksigen .” “ Bagus, kamu memang pintar.” Lanjut saya memberikan penghargaan kepada Gina sebagai motivasi untuk terus belajar.
“ Nah sekarang sispa yang tahu alat pernapasan pada manusia itu apa, sebutkan?”
“ Saya bisa, pak, Jawab Riski”
“ Coba apa jawabanmu, Riski?”
“ Paru-paru.” “ Iya betul” ternyata anak-anak semuanya pada pintar” demikian penghargaan yang saya berikan kepada semua siswa. Memang benar alat pernapasan pada manusia itu paru-paru, beda lagi dengan makhluk hidup yang lain misalnya pada hewan , pada hewan alat pernapasannya selain paru-paru ada juga dengan kulit, trakea dan insang.
Setelah apersepsi dilakukan kemudian saya melanjutkan pada kegiatan inti. Adapun metode yang saya gunakan adalah ceramah dan diskusi. Saya menjelaskan materi pelajaran tentang organ pernapasan pada manusia beserta fungsinya, bahkan sebagai penguatan terhadap materi pelajaran, saya meminta salah seorang siswa untuk maju kedepan. Siswa tersebut saya jadikan sebagai media pembelajaran dengan harapan supaya siswa lebih memahami lagi tentang materi yang saya sampaikan. Ketika penjelasan telah selesai lalu saya bertanya kepada siswa.
“ Anak-anak, bagimana kalian semuanya sudah jelas?”
“ Coba siapa yang belum jelas angkat tangannya dan boleh bertanya kepada bapak!” Semuanya terdiam seribu basa tidak ada satu orang pun yang mengacungkan tangan bahkan mau bertanya. Dalam pikiran saya mungkin siswa sudah jelas dan sudah memahaminya. karena saya yakin materi yang disampaikan sudah dijelaskan secara rinci dan dibantu dengan peragan dari siswa yang dijadikan sebagai media pembelajaran.
Kemudian selanjutnya saya meminta siswa untuk berkelompok mengerjakan tugas kelompok dan berdiskusi menjawab pertanyaan dengan menggunakan LKS sebgai bahan untuk dikerjakan. Adapun tugas dari kerja kelompok adalah mengurutkan gambar organ-organ pernapasan pada manusia, dan berdiskusi menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai fungsi dari organ-organ pernapasan manusia sesuai dengan gambar yang telah disediakan. Kemudian siswa secara berkelompok mengerjakan tugas sesuai dengan perintah saya . Selama bekerja kelompok saya berkeliling dari satu kelompok ke kelompok yang lain saya lihat dari kelompok A- C belum ada yang dikerjakan, kemudian saya bergegas kekelompok D, sebagian sudah dikerjakan itupun masih ada yang salah. Kemudian saya bertanya kepada kelompok C “ Kenapa kalian belum mengerjakan tugasnya?” “ Saya bingung, Pak” jawab Dika.
“ Mengapa tadi sewaktu bapak bertanya, apakah kalian semua sudah mengerti, malah kalian diam? Ketika disuruh bertanya tidak ada seorangpun mau bertanya.
“ Sewaktu bapak menerangkan materi saya tidak bisa membayangkannya, dan saya merasa bosan mendengarkan terus, mau bertanya saya malau dan bingung apa yang harus saya tanyakan” Jawab Dika.
Sejenak saya berpikir dan dalam hati pun berkata, “ Memang saya tadi menjelaskan materi pelajaran hanya menggunakan metode Ceramah, tidak diikuti dengan media pembelajaran yang lebih relevan, sehingga anak-anak tidak bisa memahami materi yang disampaikan. Anak –anak memang masih memerlukan media yang lebih konkrit, ini terbukti selama pembelajaran berlangsung sebagian siswa ada yang mengobrol, asyik bermain ballpoint, dalam kerja kelompok sebagian yang aktif sebagian lagi kurang aktif.
Tidak terasa bel sudah berbunyi itu berarti tandanya waktu sudah habis, sedangkan anak- anak belum selesai mengerjakan tugasnya. Walaupun pelaksanaan pembelajaran hari ini kurang memuaskan, tapi saya tetap mempunyai keyakinan untuk lebih bisa mempersiapkan pada pertemuan selanjutnya.
Baik anak-anak untuk pertemuan kali ini bapak rasa cukup, hari selasa kita akan mengulangi lebih mantap lagi. siap, Ok anak –anak..?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar